
Jakarta, petroejergy.id — SKK Migas dan Pertamina EP Zona 10 Telah berhasil menyelesaikan kegiatan Well Intervention Sumur BN-38 , Lapangan Bunyu, Kalimantan Utara, dengan objektif utama melakukan reopening Lapisan J-72 dan pemasangan gas lift untuk mengoptimalkan kembali potensi produksi sumur.
Demikian dikatakan Kepala SKK Migas, Djoko Diswanto di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Sebelum dilakukan pekerjaan Well Intervention, Sumur BN-38 berada pada kondisi low production dengan produksi minyak sekitar 8 BOPD.
Setelah seluruh rangkaian pekerjaan diselesaikan, diperoleh hasil uji produksi dari Lapisan J-72 pada interval 1,076.5–1,077.5 m mencatatkan produksi minyak sebesar *733 BOPD* dari target 33 BOPD (2,221% dari target) dan produksi gas sebesar *0.52 MMSCFD* dari target 0.10 MMSCFD (520% dari target).
Capaian ini menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dibandingkan kondisi sebelum intervensi. Sumur BN-38 juga telah Put on Production (PoP), sehingga tambahan produksi yang diperoleh dapat langsung memberikan kontribusi terhadap pencapaian target produksi PEP Zona 10.
Dari sisi operasional, pekerjaan diselesaikan menggunakan Rig Own SIP-02 (350 HP) dengan total durasi 9 hari, dan rig telah release pada 28 September 2026.
Estimasi realisasi biaya berdasarkan Field Estimate Cost sebesar USD 85,896 atau sekitar 61% dari rencana biaya sebesar USD 139,896.21, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan biaya yang lebih rendah dari rencana.
Keberhasilan Sumur BN-38 ini menjadi tambahan produksi yang signifikan bagi Lapangan Bunyu, sekaligus menjadi momentum positif dalam memperkuat profil produksi PEP Zona 10 dan mendukung pencapaian target produksi serta lifting migas nasional.
“Dengan Demikian Terbukti doa Bapak-Ibu dikabulkan Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa Produksi bisa ribuan persen diatas target, untuk itu mohon kita terus berdoa minta kepada Tuhan Insya Allah sisa kegiatan Pemboran, WO/S sampai dengan akhir Desember 2026, mendapatkan produksi yg lebih besar berlipat ganda dari target tiap sumurnya,” papar Djoko Siswanto. (mk)
