
Bengkulu, petrienergy.id — PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan fasilitas ruang kelas darurat bagi siswa SMP Negeri 19 Kota Bengkulu pasca-musibah kebakaran yang menghanguskan gedung sekolah tersebut. Fasilitas ini disiapkan agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan selama proses revitalisasi berlangsung.
Manager CID planning monev dan reporting Edwar Manaor Siahaan, menyatakan bahwa ruang kelas darurat ditargetkan dapat mulai digunakan pada September mendatang.
”Kami berharap revitalisasi berjalan lancar sehingga seluruh siswa SMPN 19 Kota Bengkulu bisa segera kembali belajar di ruang kelas yang layak dan representatif,” kata Edwar di Bengkulu, Rabu (26/8).
Ia juga memberi motivasi kepada para siswa agar tidak berkecil hati dalam menuntut ilmu.
“Ruang kelas boleh terbakar dan fasilitas boleh rusak, tetapi semangat untuk belajar dan meraih masa depan tidak boleh ikut terbakar,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu, Ilham Putra, menjelaskan bahwa seluruh usulan bantuan revitalisasi fisik hingga pengadaan sarana belajar disesuaikan dengan kebutuhan riil sekolah. Untuk anggaran telah diajukan dan disetujui Kementrian Dasar dan Menengah sebesar 2,2 Miliar.
Pengerjaan revitalisasi dijadwalkan berlangsung selama 120 hari, terhitung dari awal September hingga akhir Desember 2026 dengan harapan di tahun 2027 siswa yang belajar ditenda darurat dapat pindah ruang kelas yang lebih aman dan nyaman.
”Insya Allah waktu 120 hari cukup. Strateginya dengan melibatkan masyarakat lokal, wali murid dan komite agar pengerjaan bisa dipercepat hingga lebih dari satu persen per hari,” kata Ilham.
Skema pengerjaan secara swakelola ini diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan fasilitas sekolah, tetapi juga menggerakkan perekonomian warga di sekitar lingkungan SMPN 19 Kota Bengkulu. mk/*
