
Langkat, Petroenergy.id — Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu Field mengelola enam lapangan aktif. Dari total itu terdapat 25 sumur minyak produksi dan 19 sumur gas produksi. Untuk produksi minyak berada di kisaran 200–250 barel per hari, sementara produksi gas sekitar 3,2297 MMSCFD.
Dilansir dari ruangenergi.com edisi Rabu (12/8) desebutkan, angka itu memang tidak sebesar produksi lapangan-lapangan raksasa. Namun di balik angka tersebut ada tantangan besar: bagaimana mempertahankan produksi dari lapangan yang telah berumur panjang.
PEP Pangkalan Susu Field secara rutin melakukan well intervention pada sejumlah sumur untuk menghadapi penurunan alami produksi atau natural decline. Perawatan sumur juga dilakukan agar produksi tetap terjaga sesuai target.
Pada saat bersamaan, strategi tidak berhenti pada mempertahankan sumur lama. Pengeboran sumur baru terus dilakukan.
Pada 2024, PEP Pangkalan Susu Field telah melakukan pengeboran sumur baru di Securai A2, Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat. Dalam paparan yang diterima media, perusahaan juga mencatat rencana pengeboran tambahan di wilayah Pulau Panjang dan Pantai Pakam Timur.
Untuk menjaga produksi tidak sekadar mempertahankan apa yang sudah ada. Agar sejalan dengan harapan besar PEP, sumur-sumur lama dirawat, sumur baru dicari dan dilakukan pemboran. mk
