
Jakarta, petroenergy.id — PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDCO) mempertahankan produksi minyak dan gas pada kisaran 165-170 MBOEPD serta target penjualan listrik sebesar 4.550 GWh.
Demikian keterangan tertulis yang disampaikan CEO MedcoEnergi, Ronald Gunawan, dikutip Rabu (23/9/2026.
Perseroan menaikkan belanja modal (capex) 2026 menjadi USD450 juta-USD475 juta untuk segmen minyak dan gas bumi, sementara capex segmen ketenagalistrikan ditargetkan hingga USD50 juta.
Perseroan juga mempertahankan target biaya kas produksi minyak dan gas di bawah USD10 per boe.
Disamping itu, rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk Restricted Group berada di level 1,4 kali, lebih rendah dibandingkan panduan 2,5 kali pada asumsi harga minyak mid-cycle USD65 per barel.

Ronal Gunawan menyebutkan, selain bisnis migas, MEDCO melalui segmen ketenagalistrikan mencatat penjualan listrik sebesar 2.323 GWh pada semester I 2026. Penjualan tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu, ditopang keandalan operasi Dalle Energy Batam (DEB), ekspansi Energi Listrik Batam (ELB), serta operasi PLTS Bali Timur.
Dari sektor energi terbarukan MEDCO menyumbang sekitar 25% dari total penjualan listrik perseroan.
Sementara itu, investasi MEDCO pada sektor pertambangan tembaga dan emas melalui PT Amman Mineral Internasional turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan seiring beroperasinya smelter dengan kapasitas penuh.
Pada semester I 2026, MEDCO juga menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia. Perseroan ditunjuk sebagai operator kedua blok tersebut, sekaligus menandai operasi produksi pertama MedcoEnergi di Malaysia. mk
