
Jakarta, petroenergy.id — PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus melaju bor sumur dari sumur satu ke sumur yang lain. Kali ini Subholding Upstream Pertamina ini telah melakukan tajak sumur pengembangan Pudu 00025.
“PHR telah tajak Sumur Padu 00025 di Provinsi Riau pada 24 Agustus 2026 dan per tanggal 23 Oktober 2026 telah berhasil Put On Production (POP) dengan produksi awal mencapai 1.038 BOPD dan water cut 0,21%,” kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto di Jakarta Senin (26/10/2026).

Sumur pengembangan Pudu 00025 menggunakan ESP, hasilnya melebihi target sekitar 830,4% dari target awal 125 BOPD atau 8,3 kali lebih tinggi dari target produksi.
Djoko menegaskan, sumur ini menargetkan lapisan Menggala dan Pematang. Kegiatan pengeboran selesai pada 15 September 2026, sedangkan pekerjaan initial completion dilaksanakan pada 12 September 2026.
Sebagai informasi tambahan, pelaksanaan operasi di Sumur Pudu 00025 tercatat telah membukukan total safe ops hours sebesar 1.434 jam sejak pertama kali tajak hingga uji produksi, dengan tetap mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan Operational Excellence.
Menurutnya, sumur ini dibor secara Directional/Berarah menggunakan rig PDSI 54.2 hingga kedalaman akhir 6.023 ftMD dengan total durasi pelaksanaan (move, drilling, dan initial completion) selama 32 hari.
Sementara itu, estimasi biaya (based on field estimate) yang sudah dikeluarkan adalah sebesar USD 1.762.935 atau 115% dari budget.
“Mohon doa, agar produksi bertahan lama.
Terimakasih, salam hormat penuh semangat
PHRÂ dan SKK…bersama kita bisa…
Lifting naik…bisa…bisa…bisa!” Demikian ia. (mk)
