Image of Infrastruktur Energi Pertamina Topang Konektivitas dan Pertumbuhan Maluku

Ambon, petroenergy.id – Keandalan infrastruktur energi menjadi faktor penting dalam menjaga distribusi energi di wilayah kepulauan seperti Maluku. Di Ambon, PT Pertamina (Persero) mengoperasikan sejumlah fasilitas yang menjadi bagian penting dari rantai pasok energi, di antaranya Integrated Terminal (IT) Wayame dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura.

IT Wayame berperan dalam mendukung pasokan berbagai produk energi di wilayah Maluku, termasuk rantai distribusi LPG. Dari terminal tersebut, LPG disalurkan menuju Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) untuk selanjutnya diisi ke dalam tabung dan didistribusikan melalui jaringan penyalur kepada masyarakat.

Sementara itu, AFT Pattimura menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung konektivitas udara Maluku. Fasilitas tersebut memasok kebutuhan Avtur bagi sekitar 15 penerbangan yang beroperasi melalui Bandara Pattimura setiap harinya. AFT Pattimura juga mencatatkan kinerja pengelolaan lingkungan melalui capaian PROPER Emas.

Menjaga keandalan kedua rantai pasok tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina memastikan infrastruktur energi mampu melayani kebutuhan saat ini sekaligus mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi di kawasan Indonesia Timur.

Hal tersebut turut menjadi perhatian Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin, dalam Management Walkthrough di sejumlah fasilitas energi di Ambon, Kamis (3/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi aset, penerapan standar keselamatan, serta kesiapan operasional fasilitas.

Di rantai pasok LPG, Ahmad Siddik melihat proses penyaluran dari IT Wayame menuju SPBE Ambon hingga pengisian LPG ke dalam tabung yang siap didistribusikan. Ia juga berdiskusi dengan pengelola SPBE untuk memastikan proses operasional berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) PT Pertamina Patra Niaga.

“Kita melihat bagaimana detail proses LPG disalurkan dan dimasukkan ke tabung-tabung siap edar. SPBE dikelola dengan baik oleh pihak ketiga, aman, dan memenuhi SOP yang ditetapkan,” ujar Ahmad Siddik.

Perhatian terhadap keandalan fasilitas juga dilakukan di AFT Pattimura. Selain meninjau proses operasional, manajemen mengevaluasi kondisi aset serta sejumlah aspek yang dapat diperkuat untuk menjaga kinerja fasilitas dalam mendukung kebutuhan penerbangan.

“Alhamdulillah, AFT Pattimura mendapatkan PROPER Emas, sehingga secara pengelolaan sudah memenuhi standar yang sangat baik. Semua dikelola dengan baik dan ada beberapa masukan yang siap ditindaklanjuti oleh tim di lapangan,” jelas Ahmad Siddik.

Executive General Manager Pertamina Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, mengatakan karakter geografis kepulauan membuat keandalan aset dan perencanaan kapasitas menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan distribusi energi di Papua dan Maluku.

Menurutnya, Pertamina tidak hanya menjaga kesiapan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga memetakan kebutuhan kapasitas dalam jangka tiga, lima hingga sepuluh tahun ke depan. Perencanaan tersebut mempertimbangkan potensi pertumbuhan aktivitas ekonomi dan kebutuhan energi di kawasan Indonesia Timur.

“Kami melihat pentingnya menjaga asset integrity demi menjamin kelangsungan penyaluran energi di Regional Papua Maluku. Selain itu, peningkatan kapasitas aset perlu direncanakan secara matang agar keandalan, kapasitas, dan pelayanan tetap mampu mengikuti perkembangan kebutuhan,” ujar Awan.

Kesiapan infrastruktur tersebut juga diperlukan seiring berkembangnya sejumlah pusat pertumbuhan baru, termasuk food estate di Papua Selatan, Proyek Masela di Maluku, serta aktivitas industri di Maluku Utara.

“Dengan perencanaan kapasitas dan asset integrity yang terjaga, kami ingin memastikan infrastruktur energi di Papua Maluku dapat terus mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi, sekaligus menangkap peluang pertumbuhan bagi Pertamina,” pungkas Awan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *