
Jakarta, petroenergy.id — Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Prime Natuna EP kembali bergerak melakukan tajak Sumur Eksplorasi Bekantan (BKT)-1.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, tajak Bekantan-1 berhasil dilakukan pada 28 Agustus 2026 dengan menggunakan Rig Admarine 502. Menurutnya, pengeboran ini dapat dimulai lebih cepat dari rencana awal yaitu yang dijadwalkan pada September 2026.
Hal diatas disampikannya pada laporan rutin kepada pucuk pimpinan tertinggi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Ini, adalah kelanjutan campaign eksplorasi Laut Natuna Barat, setelah selesai Sumur Laba Laba-1, pada hari ini telah berhasil dilakukan tajak Sumur Eksplorasi Bekantan (BKT)-1,” kata Djoko dalam laporannya, dikutip ruangenergi.com, Sabtu (29/8/2026)
Gerak cepat yang memgilhami kru di lapangan tersebut menjadi sinyal positif bagi geliat eksplorasi di kawasan Natuna. “Dari hasil awal Laba Laba-1 menunjukkan adanya indikasi sumber daya gas yang cukup menjanjikan,” Djoko menambahkan.
Secara teknis, dia menjelaskan, proses itu melalui rangkaian logging. Terdapat ada empat rangkaian logging, antara lain pressure data, mobility, sampling, Mini-DST, uji fluida dan karakteristik pori batuan, serta logging petrofisika konvensional, berhasil diidentifikasi temuan pada lima lapisan reservoir.
Kelima lapisan tersebut, kata Djoko, yaitu: UA Aa-11, UA Aa-8a1, UA Aa-8a2, UA Aa-8_1 dan UA Aa-8_2, pada kedalaman sekitar 3.910–4.629 kaki TVD.
Sesuai dengan harapan temuan tersebut dapat dilihat dari estimasi gas in-place Laba Laba-1 mencapai hingga 50 BCF, dengan potensi deliverability sekitar 20-30 MMSCFD pada pressure drawdown 20%.
“Temuan tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan pengeboran ke target berikutnya,” ujar Djoko Siswanto.
Sementara, sumur Bekantan-1 berada sekitar 14 kilometer dari Naga Field. Sumur ini menyasar reservoir yang lebih dalam sekitar 700 kaki dibandingkan Laba Laba-1, yakni pada target Middle Arang – MA Ca-5 dan MA Ca-3.(mk)
