
Jakarta, petroenergy.id — Rencana pengembangan Lapangan Bugil Bungkal Rayun (BBR) antara Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Jindi South Jambi B, usai dibahas.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto mengatakan hal tersebut diatas kepada para media di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
“Berkat bimbingan Bapak Menteri ESDM, pembahasan pengembangan Lapangan BBR bersama KKKS PT. Jindi South Jambi B; telah selesai dibahas dan segera dilanjutkan pengajuan Plan of Developmen (POD)nya.
“Pembahasan dihadiri oleh Kepala SKK Migas beserta tim; Top Manajemen Jindi Kantor Pusat dan atas bimbingan Bapak Menteri ESDM, selanjutnya sgr diajukan POD nya kepada Bapak Menteri ESDM,” kata Djoko Siswanto.
Adapun pengembangan lapangan BBR berupa pemboran 16 sumur Pengembangan, 5 re-entry sumur Eksplorasi; pembangunan Pipa dan Pemisahan CO2 dgn kandungan 51.2 % CO2 dan H2S yg cukup tinggi,
Djoko mengatskan, Lapangan BBR ini akan memproduksi gas pada peaknya sebesar 200 MMSCFD, dikarenakan biaya yg cukup besar untuk memisahkan C02 dan H2S tsb maka pada tahap awal harga gas cukup tinggi, namun masih lebih murah dibanding gas yg berasal dari LNG;
Namun, kemudian setelah thn 2040; kata dia, harga gas dapat disesuaikan hingga mencapai harga yg sama sepeti harga HGBT.
Djoko Siswanto mohon dukungan dan Doa seluruh warga negara Indonesia semoga gas ini dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan dalam negeri , Insya Allah, Aamiin YRA, demikua ia. (mk)
