Other

Upaya Tingkatkan Cadangan dan Produksi Migas, Pertamina Siapkan Program Vibroseis EOR di Lapangan Tempino

img title

Petroenergy.id, JAMBI - Kebutuhan akan pengembangan teknologi di dunia migas adalah salah satu fundamental penting guna meningkatkan cadangan dan produksi di industri hulu migas. Hal ini mengemuka dalam acara kick-off meeting Vibroseis EOR yang digelar di Lapangan Tempino Asset 1 Pertamina EP. Selasa (11/8).

Kick-off meeting yang dilaksanakan di lapangan dan secara daring ini dihadiri oleh SVP Research & Tecnology Center PT Pertamina (Persero) Dadi Sugiana, VP Upstream Research Technology RTC Pertamina, Ari Samodra, Direktur Pengembangan & Produksi PHE, Taufik Aditiyawarman, Direktur PT Elnusa Tbk. Ali Mundakir, Pjs GM Asset 1 PT Pertamina EP, Arief Prasetyo, serta jajaran manajemen PT Pertamina (Persero) dan jajaran manajemen Subholding Upstream Pertamina. 

Dalam sambutannya, Dadi Sugiana menyampaikan bahwa Uji coba teknologi vibrosesis lapangan ini masih sangat potensial, teknologi ini  menjadikan dampak yang posisitif khususnya untuk peningkatan produksi minyak pertamina. Kedepannya diharapkan menjadi sebuah gerakan massive di lapangan lain milik pertamina.

Resiko untuk implementasi teknologi baru relatif tinggi, untuk itu perlu mitigasi yang terukur dengan baik, guna menghindari kesalahan dalam melaksanakan program tersebut. Untuk mencapai tahapan tersebut dibutuhkan riset yang baik. Riset tidak hanyak sekedar riset, namun kegiatan tersebut diharapkan menciptakan iklim bisnis yang baik untuk perusahaan. 

Sudah cukup banyak riset dan program yang dilakukan untuk pengembangan peningkatan produksi migas. Salah satunya EOR dengan metode Vibroseis, ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan cadangan dan produksi melalui kolaborasi dari Pertamina grup untuk mencoba teknologi tersebut.

Pihak PHE selaku Subholding Upstream Pertamina melalui Direktur Pengembangan & Produksi PHE, Taufik Aditiyawarman, menyambut baik inisiatif metode vibroseis ini, sebab EOR merupakan salah satu program penting guna menunjang visi Subholding Upstream Pertamina. Dalam beberapa bulan ke depan dapat terlihat hasil dari vibrosesis EOR yang akan di uji coba di lapangan Tempino dan akan di evaluasi, dengan harapan program ini dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan.

Aditiyawarman juga mengucapkan terima kasihnya kepada pihak Pertamina EP Asset 1 Lapangan Tempino, yang telah bersedia melaksanakan uji coba vebrioseis EOR ini. Apabila program ini berhasil, kedepannya akan dilakukan replikasi di lapangan lain, disesuaikan dengan karakteristik subsurface di tiap-tiap lapangan yang ada.

“Kolaborasi riset dan pengembangan yang dilakukan seluruh grup Pertamina harus mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak, karena melalui dukungan berbagai lini di Pertamina, teknologi di industri Hulu migas yang penuh dengan resiko diharapkan mampu menjadi salah satu penunjang penting agar industri ini tetap survive dan berkembang,” ujarnya.

Dalam monitoring program riset vebrioseis EOR ini akan dibentuk sebuah tim khusus, dari Subholding Upstream, Direktorat Strategi Portfolio dan Pengembangan Usaha, Asset 1 Pertamina EP, serta dari pihak Elnusa, yang akan berkolaborasi agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik.

Pihak PT Elnusa Tbk. melalui sambutan dari Ali mundakir selaku Direktur Utama menyampaikan, bahwa pihaknya siap untuk mendukung penuh program ini melalui peralatan dan SDM yang ada di Elnusa sebagai komitmen dalam upaya sinergi dan kolaborasi dengan seluruh Pertamina grup, dan membantu komitmen Pertamina dalam meningkatkan produksi migas nasional.

Dalam paparan yang disampaikan oleh VP Upstream Research Technology RTC Pertamina, Ari Samodra, Gambaran umum dari program Vibroseis ini adalah terobosan dari Research Center Pertamina yang bekerjasama dengan tim lapangan Tempino, dengan mengambil teknologi yang didukung oleh pihak Elnusa. Program ini merupakan breakthrough yang berkelas dunia.

Teknologi ini biasa dilakukan oleh Elnusa untuk melakukan seismik baik 2D dan 3D. Metode vibroseis ini diharapkan mampu diterapkan untuk menunjang EOR. Dengan metode ini, diharapkan dapat meningkatkan Recovery Factor (RF). Menurut perhitungan di lapangan Tempino, jika RF nya dinaikan 10 % saja, dapat meningkatkan revenue hingga 1,7 Trilliun. Melalui EOR dengan metode vibroseis ini pun menjadi momentum untuk membuktikan bahwa Pertamina mampu meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional. [babeh/phe.pertamina.com]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category