Other

Promosi dan KIE 1000 HPK Untuk Cegah Stunting

img title

Petroenergy.id, JAKARTA - Stunting pada umumnya bersifat permanen setelah melewati masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) bila tidak mendapatkan intervensi memadai sebelumnya.

Hal ini menyebabkan siklus antargenerasi berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan yang tidak baik. "Ini karena perempuan pendek pada saat usia dini dan tetap pendek hingga usia dewasa memberikan risiko stunting terhadap bayi yang dikandung," jelas Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN, Nopian Andusti.

Nopian menjelaskan hal itu saat membuka Acara "Webinar Promosi dan KIE Pengasuhan 1.000 HPK untuk Percepatan Penurunan Stunting" yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (18/05/2022).

Nopian mengatakan, intervensi gizi spesifik terhadap ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-24 bulan berkontribusi pada 30 persen penurunan stunting. Pelayanan kesehatan juga menjadi kegiatan prioritas untuk mendukung prioritas “Meningkatkan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing”.

"BKKBN sendiri mendukung hal tersebut dengan melakukan pemberdayaan keluarga (intervensi sensitif) melalui kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB)," terangnya.

Menurut Nopian, promosi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pengasuhan 1000 HPK (sejak saat kehamilan hingga anak berusia dua tahun) menjadi kegiatan untuk mendukung intervensi dengan target kegiatan pada PUS (Pasangan Usia Subur) yang sedang hamil dan keluarga baduta (bayi usia dua tahun).

Pada kesempatan yang sama Ketua TP-PKK DKI Jakarta, Hj. Fery Farhati, menjelaskan bahwa pemerintah DKI Jakarta terus mempromosikan “Gerakan bagimu” dengan makna bahagiakan anak dari gizi yang cukup dan stimulasi anak.

Selain gizi, perkembangan anak yang baikjuga membutuhkan kehangatan, kasih sayang, belaian, pelukan, dan kesempatan agar dapat berkembang secara maksimal. 

"Kami di DKI Jakarta berupaya meningkatkan kesadaran keluarga tentang stunting melalui gerakan bersama bagimu menuju Jakarta bebas stunting," tutur Fery.

Aktifitas yang dilakukan dalam gerakan ini adalah mendorong ketahanan pangan dengan adanya kelas berkebun yang sudah berjalan duq tahun, memberikan edukasi mengola makanan sehat untuk anak anak yang diolah dari hasil kebun. "Kita membuka akses makanan bergizi untuk anak-anak," ucapnya.

Melakukan edukasi P2K untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga juga dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Termasuk memberikan sosialisasi pencegahan stunting pada calon pengantin, penyuluhan penyusunan menu pangan, menyentuh anak anak remaja dengan gerakan “Remaja Sadar Stunting Itu Keren”. 

Juga memaksimalkan peran posyandu sebagai pencegahan stunting. Pasalnya, posyandu memiliki peran besar dalam mempromosikan dan menyebarkan KIE tentang pentingnya 1.000 HPK, serta pos terdepan dalam memantau kesehatan ibu dan anak. [san]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category