Energy

Di Tengah Lonjakan Permintaan Batubara, Ada Persoalan

img title

Petroenergy.id, JAKARTA - Melambungnya harga batubara di pasar global didorong meningkatnya permintaan, yang diyakini analis akan melonjak setelah negara-negara Eropa memutuskan untuk menggunakan kembali batubara sebagai sumber pembangkit listrik mereka.

Besarnya permintaan batubara bisa menjadi persoalan karena pasokan komoditas tersebut di pasar global diberitakan makin menipis. Terlebih, sejumlah negara produsen utama tidak bisa meningkatkan kapasitas dengan cepat karena persoalan cuaca.

Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk, Dileep Srivastava, mengakui produksi batubara Indonesia, termasuk Bumi, masih terkendala cuaca. Periode Januari-Maret 2022, produksi Bumi 16,3 ton, turun dari periode sama tahun lalu 19,3 juta ton.

Indonesia dikenal sebagai eksportir terbesar batubara thermal dunia. Hujan deras jelas akan mengganggu proses penambangan. Padahal, kata analis, perusahaan batubara Indonesia tengah menikmati derasnya permintaan batubara sejumlah negara.

Pasokan batubara thermal diyakini analis masih ketat dalam jangka pendek karena tidak ada ekspansi kapasitas produksi di beberapa wilayah. Di sisi lain, permintaan dari konsumen terutama India meningkat, tutur Deepak Kannan, head of global coal pricing di S&P Global Commodity Insights. [tius]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category