Energy

Chevron Tanam Investasi ke Startup Pengembang Energi Nuklir Zap Energy

img title

Petroenergy.id, CALIFORNIA - Perusahaan minyak raksasa, Chevron Corp, pada hari Rabu (12/8), mengumumkan bahwa mereka telah resmi menanamkan investasi ke sebuah startup pengembang teknologi fusi nuklir bernama Zap Energy Inc.

Dengan ini, Chevron bergabung dengan dua perusahaan lainnya, yakni ENI dari Italia dan perusahaan minyak Norwegia, Equinor. Ketiga perusahaan yang bergerak di bidang energi ini memiliki misi yang sama untuk mengurangi emisi karbon.

Zap Energy telah mengumpulkan US$ 6,5 juta dari sejumlah pembiayaan Seri A pada 12 Juli lalu berdasarkan data dari Crunchbase.

Dikutip dari Reuters, keputusan Chevron yang mulai berani masuk ke dunia nuklir merupakan desakan dari para investornya. Para investor menghendaki Chevron untuk mulai menyediakan sumber energi baru yang rendah emisi.

Bukan hanya perusahaan energi, saat ini para investor mulai sadar akan upaya untuk mengurangi emisi dengan membelanjakan lebih banyak anggaran untuk sumber energi rendah karbon. Mereka juga sadar bahwa produksi bahan bakar fosil bisa berdampak pada perubahan iklim.

"Investasi Chevron Technology Ventures dalam bidang fusi nuklir adalah peluang untuk meningkatkan fokus perusahaan pada beragam portofolio sumber daya energi rendah karbon," ungkap Chevron dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip dari Reuters.

Sayangnya Chevron tidak mengungkapkan detail nilai investasi yang ditanamkan pada Zap Energy, termasuk jangka waktu serta program apa yang akan dicapai dalam waktu dekat.

Fusi nuklir saat ini sedang menjadi perhatian negara-negara karena dinilai bisa menjadi titik awal terciptanya sumber energi baru yang lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan nuklir melalui proses fusi sanggup melepaskan engeri dalam jumlah besar tanpa emisi gas rumah kaca dan limbah radioaktif.

Proyek Fusi Nuklir Terbesar di Dunia Segera Berdiri di Perancis

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, pada hari Selasa (27/7) meresmikan fase perakitan proyek fusi nuklir terbesar di dunia. Bagi Macron, proyek raksasa ini merupakan upaya menuju perdamaian dunia.

Proyek ini digagas oleh International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER) dengan tujuan untuk membangun mesin eksperimental yang dirancang untuk memanfaatkan energi fusi. Mesin ini biasa disebut dengan Takomak.

Takomak yang akan dibangun di Perancis ini akan memiliki berat hingga 23.000 ton dan memiliki volume 830 meter kubik. Ukuran ini jauh lebih besar dari Takomak terbesar saat ini yang hanya 100 meter kubik.

Mesin nuklir raksasa ini nantinya akan ditempatkan di selatan Perancis dengan sokongan dana dari delapan anggota ITER, di antaranya adalah China, Uni Eropa, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Inggris, dan AS.

Anggota dari Eropa menyumbang 45% dari perkiraan dana sebesar €13 miliar. Sedangkan anggota lain masing-masing menyumbang 9,1%. Proyek ini diharapkan bisa selesai pada tahun 2025 mendatang. [babeh/kontan.co.id]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category