Energy

Arcandra Tahar : Perlunya ASEAN Akui Pentingnya Bioenergi dalam Transisi Energi

img title

Petroenergy.id, Bangkok - Forum 37th ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM37) saat ini sedang dilangsungkan di Athenee Hotel, Bangkok, Thailand, Rabu (4/9). Forum ini merupakan forum utama para Menteri Energi ASEAN dalam menentukan arah kebijakan kerja sama energi ASEAN

Wamen ESDM Arcandra Tahar menyampaikan bahwa bioenergi merupakan tahapan penting dalam transisi energi dan berperan penting untuk mencapai target Paris Agreement. “Bioenergi merupakan tahapan penting dalam transisi energi dan berperan penting untuk mencapai target Paris Agreement," Arcandra juga menegaskan perlunya ASEAN mengakui pentingnya bioenergi dalam transisi energi.

Arcandra menyebut, Asia Tenggara adalah kawasan yang kaya akan sumber daya bioenergi, namun saat ini potensi bioenergi di negara-negara anggota ASEAN belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya di Indonesia yang memiliki potensi bioenergi, khususnya untuk pembangkitan listrik hingga 32,6 Giga Watt (GW), dan baru terealisasi sebesar 1,9 GW.

Untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia sendiri, peran batubara memang masih dominan sebagai sumber energi. Namun, Pemerintah mulai mendorong penggunaan gas dan energi terbarukan serta penggunaan Clean Coal Technology pada pembangkit listrik berbahan bakar batubara, dengan tetap mengatur tarif listrik untuk pelanggan agar tetap terjangkau.

Hal tersebut juga telah diungkapkan Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu selaku Alternate Senior Official of Energy Leader Indonesia pada Senior Official Meeting on Energy (SOME) sehari sebelumnya.

SOME merupakan pertemuan tahunan antarpejabat tinggi energi ASEAN dengan para mitra wicara (dialogue partners) dan organisasi internasional, menjadi wadah dalam merefleksikan perubahan dinamis dalam lanskap energi global terkini, pentingnya kemampuan adaptasi, dan menangkap peluang-peluang inovasi dalam rangka pencapaian transisi energi untuk pertumbuhan berkelanjutan di negara-negara ASEAN.

Pertemuan tersebut membahas implementasi dan capaian kerja sama ASEAN sesuai dengan dokumen acuan ASEAN Plan of Action on Energy Cooperation (APAEC). Sebanyak 7 focal point area kerja sama energi menyampaikan capaian dan kemajuan aktivitas kerja sama. Selanjutnya, materi tersebut didiskusikan untuk mencapai kesepakatan bersama seluruh negara ASEAN dan diadopsi dalam draft Joint Ministerial Statement, yang akan disampaikan pada pertemuan AMEM.[str]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category