Palembang, petroenergy.id — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dikhawatirkan mengacam fasilias produksi Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, awal September 2026. Namun, saat ini kondisinya cukup aman walapun tim pemadam intetnal Pertamina bersama Satgas Karhutlah gabungan tetap disiagakan di beberapa titik api.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, memgatakan, kondisi terkina zona merah hotspot Karhutlah di Sumsel, aman. Namun demikian, pihaknya bersama Satgas Karhutlah Sumsel, tetap stanby di sejumlah titik api.

“Kami masih terus siaga di lapangan. Alhamdulillah semua kondisi aman dan dapat ditangani tanpa mengganggu kegiatan Oprasional,” kata Bambang Dwi di Paĺembang, Sabtu (12/9/2026).

Seperti diketahui, PHR Zona 4 mengoperasikan beberapa lapangan minyak dan gas Sumsel antara lain PEP Prabumulih,  PEP Limau, PEP Adera, PEP Pendopo dan PEP Ramba. Sementara itu, berdasarkan data ratusan zona merah hotspot titik api mengancam fasilitas produksi migas Pertamina tersebut.

Menurut Bambang langkah penanganan pemadaman api Karhutlah, pihaknya menurunkan tim pemadam Pertamina dan Satgas gabungan serta didukung peralatan yang memadai. Berdasarkan data lapangan di PEP Pendopo Field menyisgan 5 unt fire truc dan 7 personil, PEP Prabumulih Field meinyiapakan 3 fire truk 5 personil.

Disamping itu, tim ini dilengkapi peralatan tambahan berupa fixid fire pump, mobile fire pump serta serta tanki air sebagai antisipasi respon cepat. (mk)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *