Energy

SP PLN dan BEM UI Minta Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga Batu Bara

img title

Jakarta, petroenergy.id - SP PLN dan BEM FT UI minta pemerintah membatalkan kenaikan harga batu bara serta tidak memasukkan harga batu bara acuan (HBA) ke dalam komponen penentu tarif dasar listrik ke depan sebab ini akan mempengaruhi perubahan tarif dasar listrik naik lagi.

Menaikan harga batu bara akan mempengaruhi perubahan tarif listrik naik yang dapat menyengsarakan rakyat. Oleh karena itu SP PLN dan BEM FT UI mendesak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membatalkan kenaikan harga batu bara dan tidak memasukkan HBA dalam komponen penentu tarif dasar listrik.

"Kami atas nama rakyat minta kepada pemerintah untuk segera membatalkan kenaikan harga batu bara, karena hal ini akan menyengsarakan rakyat.Akibat dari lonjakan harga baru bara ini memicu perubahan tarif dasarlistrik (naik) makin menjepit rakyat banyak," kata Ketua Umum SP PLN (Persero) Jumadis Abda di Plaza Tertutup PLN Kantor Pusat, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, kenaikan harga batu bara berkisar 30 - 40 persen, kemudian dengan tingginya harga batu bara pemerintah memasukkan HBA dalam komponen penentu tarif dasar listrik yang, secara otomatis memicu naiknya tarif dasas listrik ke depan.

“Harga batu bara naik sekitar US$100 per ton. Sedang Kementerian ESDM akan memasukkan HBA  ke dalam  harga pokok produksi (HPP) listrik yang berimplikasi pada kenaikan tarif listrik. Hal ini yang kita khawatirkan,” kata Jumadis Abda.

Kenaikan tarif listrik ini bila perlu ditiadakan. “Oleh karena itu SP PLN menolak jika sampai tarif listrik naik.Sebab, dampaknya sangat memberatkan ekonomi rakyat,” kata Jumadis.

SP PLN minta pemerintah bisa mengendalikan harga batu bara di dalam negeri yang porsinya hanya 20 persen dari produksi nasional.

“Batubara untuk PLN sekitar  50 juta ton per tahun harus dijual dengan harga dalam negeri, jangan mengukuti harga internasional,” tandas Jumadis.

Jumadis menjelaskan, dari 400 juta ton produksi batubara nasional, 80% diantaranya diekspor dan dengan ini sebenarnya produsen sudah untung. Konsumsi batubara nasional hanya 20 persen khusus PLN hanya 50 juta  ton setahun.

Dengan tegas, SP PLN dan BEM UI, minta pemerintah untuk berpihak pada rakyat akan tetapi bukan pada kepentingan pengusaha batu bara.“Kita minta pemerintah berpihaklah pada rakyat banyak. Evaluasi dan kendalikan harga batu bara  dalam negeri dan jangan naikan tarif listrik,” pungkas Jumadis Abda. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category