Oil & Gas

Serahkan Blok Rokan Pada Pertamina

img title

Jakarta, petroenergy.id – Presiden FSPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu) Noviandri mempertanyakan kebijakan pemerintahan yang tak mau menyerahkan penguasaan blok Rokan yang akan mengalami terminasi pada 2021 nanti kepada Pertamina.

Pemerintah berkeinginan memberi perpanjangan kontrak blok Rokan pada KKKS existing yakni PT Chevron Pacific Indonesia. Alasannya, Pemerintah tidak ingin tingkat produksi blok itu mengalami gangguan penurunan jika diserahkan ke Pertamina, sebab perusahaan plat merah itu telah diberikan blok Mahakam dan 8 blok lain. Sehingga pemerintah menginginkan Pertamina fokus mengerjakan proyek yang ada

"Ini seolah mencerminkan sikap inkonsistensi yang dilakukan oleh pemerintah. Padahal dalam ketentuan Memteri ESDM, blok-blok terminasi seharusnya diserahkan ke Pertamina. Yang lain sudah benar diserahkan kepada Pertamina lalu mengapa Blok Rokan tidak?"

Ditambahkannya, dari delapan blok yang mengalami terminasi 2018 ini sudah menggunakan gross split. Lalu sebanyak delapan blok yang diserahkan itu merupakan penugasan dari pemerintah, sehingga pertamina selaku BUMN tidak kuasa menolak.

"Tapi sekali lagi khusus blok Rokan tidak akan dikasih ke Pertamina, ini suatu yang tidak fair. Blok yang sudah proven seperti itu dikasih ke orang lain, sementara yang bermasalah dikasihkan ke Pertamina. Pokoknya kami tetap minta Blok ini diserahkan pada Pertamina,” katanya di Jakarta Kamis (15/6). *adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category