Oil & Gas

Promosi Lelang WK Migas Tahun 2017 Oleh Meteri ESDM

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, hari ini Jumat, (7/7), menjadi tuan rumah Breakfast Meeting dengan para investor migas. Breakfast meeting kali ini sangat khusus, karena baru pertama kalinya MESDM langsung menemui para investor untuk promosi penawarkan lelang Wilayah Kerja (WK) Migas yang baru.

MESDM telah dan akan terus mengawal dan memastikan agar perizinan dan birokrasi di pengusahaan hulu migas semakin sederhana, cepat dan efisien. Telah terbit Permen ESDM No.29/2017 yang menyederhanakan izin migas menjadi hanya tinggal enam perizinan.

Pengawalan perizinan dan birokrasi juga dilakukan antar Kementerian terkait seperti misalnya izin oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dalam rangka meningkatkan koordinasi tersebut, Wamen ESDM telah melakukan FGD dengan para pejabat KLHK tentang nature industri migas 2 minggu lalu sebelum lebaran juga meninjau langsung proyek migas di Pekanbaru terkait AMDAL (Bioremediasi).

WK Migas yang dipromosikan adalah WK yang ditawarkan pada IPA bulan Mei 2017 lalu, sejumlah 15 WK migas, terdiri dari 10 WK konvensional dan 5 KW non-konvensional, selengkapnya dapat dilihat di https://www.esdm.go.id/id/media-center/pengumuman/pengumuman-penawaran-wilayah-kerja-minyak-dan-gas-bumi-tahun-2017.

Seluruh penawaran WK tersebut menggunakan PSC skema Gross Split. Sebagian besar bid document WK migas yang ditawarkan telah diakses perusahaan yang berminat. Lelang WK ini masih dibuka dan batas akhir pemasukan dokumen penawaran adalah sampai dengan:

  • 17 Juli 2017 untuk WK konvensional (direct offer)
  • 25 Juli 2017 untuk WK konvenional (regular tender)
  • 12 Juli 2017 untuk WK non-konvensional (direct offer)
  • 25 September 2017 untuk WK non-konvensional (regular tender)

Tahun depan lelang WK Migas akan semakin dipermudah proses lelangnya, saat ini sudah menggunakan modul e-lelang sistem online dan akan terus ditingkatkan.

Dengan terbitnya Revisi PP 79/2010 melalui PP Nomor 27/2017, menunjukkan komitmen KESDM mengawal aturan perpajakan. Keekonomian tetap baik, wajar dan adil, efisiensi dan penerimaan negara juga tetap meningkat. Perubahan dalam PP Nomor 27/2017 meliputi:

  • Insentif eksplorasi
  • Insentif eksploitasi untuk uneconomical field
  • Pajak untuk sharing facility ditiadakan
  • Pajak untuk head office ditiadakan
  • Interest transfer scheme (no-double tax)
  • Kejelasan dalam negative list

Isu Gross Split seputar perpajakan, prosedur pengadaan, Sharing Facilities, kepemilikan aset, dipastikan selesai sebelum tandatangan kontrak PSC.

Pasal 7 ayat 1 Permen ESDM Nomor 8/2017 tentang PSC Gross Split juga menyatakan dalam hal komersialisasi lapangan tidak mencapai keekonomian tertentu, Menteri ESDM dapat memberikan tambahan split paling banyak 5%. Dan untuk migas non konvensional otomatis mendapatkan tambahan split sebesar 16%.

Melalui Pasal 9 Permen ESDM Nomor 38/2015 tentang percepatan Migas non konvensional, persyaratan POD Migas Non Konvensional menjadi lebih fleksibel, penghitungan cadangan untuk persetujuan pengembangan lapangan tidak mewajibkan adanya sertifikasi cadangan. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category