Business

PLN Terbitkan Obligasi Global 20 Triliun

img title

Jakarta, petroenergy.id - PT PLN (Persero) berencana menerbitkan obligasi global berdenominasi rupiah pada kuartal II-2018. Rencananya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut akan menjual surat utang ini dengan target sekitar Rp 20 triliun.

Upaya PLN tersebut menyusul pencatatan Komodo Bond oleh PT Jasa Marga Tbk akhir tahun lalu dengan nilai Rp 4 triliun atau US$ 295,7 juta. Kupon yang ditawarkan 7,5 persen.

"Ya namanya apa kek biar tidak Komodo lagi. Cacing Bond, Nasi Goreng Bond, atau Setrum Bond. Niatnya ada (menerbitkan)," ujar Direktur Utama PLN, Sofyan Basir saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/1/2018).

PLN, sambungnya, akan menawarkan surat utang jangka panjang itu sekitar US$ 1 miliar sampai US$ 2 miliar. Dalam rupiah, Sofyan menghitungnya sekitar Rp 10 triliun hingga Rp 20 triliun.

"Iya US$ 1 miliar-US$ 2 miliar atau sekitar Rp 10-20 triliun," ujar mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) ini.

Targetnya, kata Sofyan, penerbitan surat utang ini akan dilakukan pada kuartal II-2018. Dia pun berharap bahwa bunga atau kupon surat utang yang dirilis PLN akan lebih rendah dibanding Komodo Bond.

"Mudah-mudahan sebelum Juni ini. Jadi di kuartal II. Bunganya bagusnya sih di bawah Komodo (Bond) ya, harapannya begitu," terangnya.

Lebih jauh Sofyan menjelaskan, penerbitan obligasi korporasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan investasi dan sedikit biaya operasional di 2018 yang mencapai sekitar US$ 5 miliar.

"Kita mau coba karena kita kan butuh rupiah. Siapa tahu rupiahnya bisa diambil dari luar (negeri). Kalau komitmen pendanaan dalam dolar AS kan sudah ada. Apalagi takut keterbatasan di dalam negeri, perbankan nasional pasti ada," tutur Sofyan.

Dia meyakini bahwa penerbitan surat utang sekitar Rp 20 triliun ini tidak terlampau besar bagi perusahaan yang membukukan aset senilai Rp 1.300 triliun itu. Pihaknya akan berdiskusi mengenai hal ini kepada Menteri BUMN dan Kementerian Keuangan.

"Aset PLN kan Rp 1.300 triliun. Proyek kita saja Rp 2.000 triliun dalam 5 tahun. Jauh memang kebutuhannya, karena kalau Rp 2-5 triliun kan cukup dari bank lokal," pungkas Sofyan.(mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category