Opinion

Melaju Bersama Energi Terbarukan

img title

Jakarta,  petroenergy.id -- Ketika ilmuwan iklim terkemuka di dunia menyelesaikan laporan terbaru dan terlengkap tentang perubahan iklim dan cara-cara untuk mengatasinya,  pertanyaan utama yang muncul adalah: Apa yang baru? Adakah yang berubah sejak terakhir kali dikeluarkannya laporan panel iklim PBB (Assessment Report 4) di tahun 2007?

Di sisi 'solusi', jawabannya cukup sederhana, yakni: tenaga nuklir tidak banyak berubah. IPCC mencatat bahwa kapasitas nuklir menurun secara global dan bahwa, dari segi kelayakan finansial pun, tenaga nuklir menghadapi banyak hambatan. "Carbon capture and storage" (CCS) juga tidak benar-benar merupakan sebuah terobosan.

Meskipun IPCC mengidentifikasi kebutuhan dan potensi pengurangan emisi dengan bantuan CCS di masa depan, namun pada kenyataannya, CCS tidak memberikan keuntungan tersebut dan sejak tahun 2007, "penelitian telah menggaris-bawahi semakin banyak tantangan praktis untuk investasi komersial di CCS". Kabar besarnya adalah adanya terobosan baru dalam energi terbarukan.

Kaisa Kosonen, pemerhati energi,  sempat bertutur dalam blog-nya.  Hanya dalam beberapa tahun, teknologi surya dan angin telah tumbuh dengan begitu kompetitif dan luas. Energi ini secara bertahap membentuk kembali persepsi umum dalam mitigasi perubahan iklim. Perkataan 'Menyelamatkan iklim terlalu sulit dan terlalu mahal' kini berubah menjadi 'Kita bisa melakukan ini!’. Bahkan dalam bidang ekonomi murni, energi terbarukan (Renewable Energy) diatur untuk secara bertahap bersaing dan menggantikan bahan bakar fosil.

Menurut IPCC: Sejak Assessment Report 4, banyak teknologi energi terbarukan telah menunjukkan kemajuan dalam hal kinerja substansial dan pengurangan biaya. Semakin banyak pula teknologi energi terbarukan yang telah mencapai tingkat kematangan yang cukup sehingga memungkinkan penyebaran dalam skala yang signifikan (bukti yang kuat dan menjanjikan).

Bagaimana dalam prakteknya? Berikut adalah 10 fakta cepat: Sekarang terdapat peningkatan sebesar 15 kali lipat pada penggunaan energi surya dan tiga kali lipat pada penggunaan energi angin di seluruh dunia sejak tahun 2007. Biaya yang dikeluarkan untuk energi matahari dan angin telah menurun secara mendalam. Energi terbarukan menjadi sumber energi listrik baru dengan biaya termurah.

Menurut IRENA, harga pemasangan jaringan listrik dari energi angin telah menurun sebesar 18% sejak tahun 2009, dengan biaya turbin yang juga turun hampir 30% sejak tahun 2008, sehingga membuatnya menjadi sumber listrik baru dengan biaya termurah dalam pasar yang lebih luas. Di beberapa negara seperti Australia, Brazil, Meksiko, Afrika Selatan, Turki, India dan di seluruh negara bagian Amerika Serikat, biaya produksi listrik dari energi angin saat ini adalah setara bahkan dapat lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Untuk energi surya, kecepatan penurunan biaya bahkan lebih dramatis. Biaya fotovoltaik Surya (PV) telah mengalami penurunan sebesar 80% sejak tahun 2008, dan diharapkan dapat terus menurun. Sehingga biaya untuk energi surya sekarang ini lebih bersaing jika dibandingkan dengan energi konvensional tanpa subsidi.

Pada 2013, di negara-negara seperti Italia, Jerman dan Spanyol, yang juga akan diikuti oleh Meksiko dan Perancis, tenaga surya komersial bahkan telah mencapai titik keseimbanagan atau‘grid parity’ (yaitu titik di mana menghasilkan listrik dengan tenaga surya biayanya sebanding atau bahkan lebih murah daripada membeli dari jaringan listrik). Energi Terbarukan sekarang menjadi ‘mainstream’: di negara-negara OECD (the Organization for Economic Co-operation and Development), 80% generasi jaringan listrik baru yang ditambahkan dari sekarang hingga tahun 2020 diharapkan akan sudah menggunakan energi terbarukan.

Di negara-negara non-OECD, penggunaan energi konvensional masih mendominasi, namun energi terbarukan sudah menjadi sumber energi generasi baru yang terbesar. Bahkan baru-baru ini China mulai mengekang penggunaan batu bara dan membatasi pabrik- pabrik batu bara baru di beberapa wilayahnya, proyeksi pada penggunaan generasi energi konvensional baru masih bisa berubah.

Masing-masing negara sudah mencapai andil yang besar dalam penggunaan energi angin, surya dan energi terbarukan lainnya  Di Spanyol, energi angin adalah sumber energi listrik tertinggi di negara tersebut pada 2013, dibanding energi dari nuklir, batubara dan gas. Energi terbarukan menyediakan 42% dari total kebutuhan listrik di daratan Spanyol pada 2013, dan menyediakan sebesar 50% pada semester pertama 2014.*.Di Denmark, energi angin mampu menyediakan sebesar 41% dari total konsumsi listrik di negara tersebut pada semester pertama tahun 2014.

Di Australia Selatan, energi angin mampu mencapai rekor dengan menghasilkan listrik sebesar 43% dari total kebutuhan listrik negara tersebut selama bulan Juli 2014. Di Filipina, energi terbarukan - terutama energi dari panas bumi (geothermal) – mampu menyediakan sebesar 30% dari total kebutuhan listrik negara tersebut. Di Amerika Serikat, negara bagian Iowa dan South Dakota memproduksi sekitar 24% listrik mereka dengan energi angin pada tahun 2012.

Secara keseluruhan sembilan negara bagian AS memproduksi lebih dari 10% listrik mereka dengan memanfaatkan energi angin. Di India, negara bagian Tamil Nadu sudah menghasilkan sekitar 13% listrik mereka dari tenaga angin.

Relatif cepat

Menurut Agensi Energi Internasional (the International Energy Agency), setiap negara sekarang dapat mencapai saham yang tinggi dengan biaya yang efektif dari penggunaan energi angin dan energi surya. Energi terbarukan sekarang menyediakan sebesar 22% kebutuhan listrik dunia. Tingkat pertumbuhan membuktikan bagaimana energi terbarukan dapat dengan cepat digunakan dan ditingkatkan. Hanya dalam waktu dua tahun, Jepang telah memasang 11 GW energi surya. Dalam aliran listrik, hal tersebut setara dengan lebih dari dua reaktor nuklir (membangun pembangkit listrik nuklir biasanya memakan waktu satu dekade atau lebih).

Selanjutnya, Jepang juga telah menyetujui sebanyak 72 GW proyek energi terbarukan, yang sebagian besar adalah solar. Hal tersebut sebanding dengan sekitar 16 reaktor nuklir, atau setara pula dengan sekitar 20 unit pembangkit listrik berbahan bakar batubara.Tahun lalu, China memasang energi angin baru sebanyak jumlah energi angin yang ada di negara lain jika digabungkan. Jumlah tersebut sama dengan jumlah panel surya yang dipasang AS pada dekade terakhir.

Dalam empat tahun, China berupaya menggandakan sebesar dua kali lipat untuk kapasitas energi anginnya dan tiga kali lipat untuk kapasitas energi surya.Hanya dalam waktu tiga tahun, Jerman telah meningkatkan pangsa energi terbarukan dari 17% menjadi 24%. Energi surya sendiri menghasilkan 30 TWhs listrik tahun lalu, yang setara dengan hasil yang diperoleh dari sekitar empat reaktor nuklir Jerman.

Sub-Sahara Afrika akan lebih menambah kapasitas energi angin, energi surya dan energi panas bumi pada 2014 dibandingkan dengan total 14 tahun terakhir, sedangkan India bertujuan untuk meningkatkan kapasitas PV surya lebih dari enam kali lipat dalam waktu kurang dari lima tahun, dengan menambahkan 15 GW pada awal 2019.8.

Bank-bank investasi terkemuka mulai menyarankan investor untuk beralih pada investasi energi terbarukan.Di sinilah terobosan energi terbarukan benar-benar terlihat: jumlah investasi baru tahunan terhadap energi bersih telah bertambah dua kali lipat sejak 2006/2007, dengan pertumbuhan yang mencapai 16%.Bank investasi terkemuka mulai menyarankan investor untuk beralih pada investasi energi terbarukan. Citi menyatakan pada bulan Maret tahun ini bahwa masa dari energi terbarukan sedang dimulai. Energi terbarukan bersaing semakin kompetitif dengan gas alam di AS, sementara penggunaan energi nuklir dan batubara sudah mulai ditinggalkan.

Deutsche Bank menganggap energi surya sekarang ini bisa menjadi sangat bersaing bahkan meski tanpa di dalam setidaknya 19 pasar global. Mereka juga melihat adanya penurunan harga lebih lanjut pada tahun 2014. analis HSBC menyatakan kini biaya penggunaan energi angin bersaing dengan biaya penggunaa energi batubara baru di India, dan untuk biaya penggunaan energi solar akan mencapai keseimbangan sekitar tahun 2016-2018.

Sementara analis UBS, menurut Guardian, menyatakan bahwa pemakaian pembangkit listrik besar di Eropa bisa menjadi berlebihan dalam kurun waktu 10-20 tahun. Sehingga kemajuan teknologi seperti; mobil listrik, baterai yang lebih murah dan teknologi energi surya baru menjadi sangat penting, terutama dalam hal pengalihan pembangkit listrik yang kotor menjadi pembangkit listrik yang lebih bersih dan aman dengan energi terbarukan dapat berjalan lebih cepat dari yang diharapkan.

Energi terbarukan ditujukan bagi masyarakat dan berguna untuk membangun ketahanan. Tidak memiliki akses terhadap listrik berarti kehilangan banyak kesempatan dalam hidup. Hal tersebut masih menjadi kenyataan bagi sekitar 1,3 miliar orang di dunia. Tapi sekarang, energi terbarukan membuat akses terhadap energi menjadi lebih terjangkau.Teknologinya secara signifikan lebih murah dibandingkan dengan solar atau minyak tanah secara sistem akan lebih murah daripada memperluas jaringan listrik di daerah dengan sedikit populasi dan permintaan energi per kapitayang rendah.

Solusi yang bersih dan bersifat lokal, seperti microgrids (jaringan listrik mikro) yang dijalankan dengan memakai energi surya, memberikan masyarakat miskin kontrol atas nasib energi mereka sendiri. Sistem yang digunakan juga relatif murah untuk dipelihara dan hidup orang-orang yang menggunakan sumber daya listrik energi terbarukan cenderung lebih stabil karena mereka tidak terikat dengan harga bahan bakar fosil ataupun permintaan energi yang tidak berkelanjutan dari para konglomerat energi besar.

Maka, 100% energi terbarukan adalah solusi yang harus diambil. Energi terbarukan dapat memenuhi semua kebutuhan energi kita. Sebagaimana temuan IPCC, bahwa potensi teknis dari penggunaan energi terbarukan jauh lebih tinggi daripada semua permintaan energi global.100% Energi terbarukan adalah apa yang masyarakat, daerah, kota - bahkan kota- kota besar -dan perusahaan sudah menjadikannya sebuah kenyataan melalui tindakan dan target yang berani.

Sydney, kota terpadat di Australia, akan beralih ke 100% energi terbarukan dalam penggunaan listriknya pada tahun 2030. Kota-kota dengan suhu udara dingin lain yang akan menyusul mencakup tiga ibukota Nordic (Oslo, Stockholm dan Copenhagen) juga telah memiliki semua target yang ditetapkan untuk beralih ke 100% energi terbarukan, sementara Reykjavik juga sudah membahas masalah tersebut.

Sementara negara berangin Jerman, Schleswig-Holstein, mungkin akan dapat mencapai 100% listrik terbarukan tahun ini, sementara Cape Verde, sebuah negara kepulauan di Afrika, memiliki target 100% energi terbarukan pada tahun 2020. Di Denmark, seluruh negeri bertujuan untuk memenuhi seluruh daya listrik yang dibutuhkan dengan 100% energi terbarukan hanya dalam kurun waktu 20 tahun dan semua energi, termasuk transportasi, pada tahun 2050.

Menurut pelaku bisnis terkemuka (termasuk BT, Commerzbank, H & M, Ikea KPN, Mars, Nestle, Philips dan Swiss Re beralih menggunakan 100% energi terbarukan juga merupakan keputusan bisnis yang cerdas. Mereka berkampanye dengan target pada tahun 2020, 100 perusahaan terbesar di dunia akan berkomitmen untuk 100% energi yang terbarukan.

Sumber energi terbarukan berkelanjutan tidak lagi menjadi barang dari fiksi ilmiah. Setiap hari ada lebih banyak contoh dari energi terbarukan tersebut yang digunakan dan diperbaiki di seluruh planet kita yang rapuh. Meski demikian, energi bersih masih belum menang. Industri bahan bakar fosil yang kuat bersama sekutu mereka masih melakukan perlawanan keras, dengan bantuan dari ratusan miliar subsidi pemerintah yang masih mereka nikmati setiap tahunnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan: anda ingin berada di sisi mana? Terjebak di abad kegelapan bahan bakar fosil, atau berjemur di bawah sinar matahari dan angin dari masa depan energi bersih? (san)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category