Company

Konsep IPO Pertamina Tak Sejalan dengan UUD 1945

img title


Jakarta, petroenergy.id -- Dalam acara pengukuhan susunan pengurus FSPPB (Fedrrasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu) untuk periode 2018-2021, Senin (07/05) di kantor pusat Pertamina, Gambir, Jakarta Pusat. Arie Gumilar, Presiden FSPPB yang baru terpilih menyatakan sampai kapanpun pihaknya akan menolak konsep IPO Pertamina oleh Pemerintah dikarenakan konsep itu betrentangan dengan UUD 1945.

"Konsep IPO Pertamina merugikan Negara dimasa depan. Ini bertentangan dengan konsep kami akan semua yang dikelola Pertamina untuk keuntungan Negara dan kemakmuran rakyat. Pertamina adalah perusahaan Negara yang 100% harus dimiliki Negara. Kami pekerja juga selalu mengatakan bahwa anak perusahan yang dibentuk sepenuhnya harus dikuasai oleh Pertamina. Bukan oleh swasata ataupun asing," kata Arie.

"Kalaupun terpkasa harus terjadi share saham harus seperti yang terjadi di Pertamina Pelumas dimana 99% sahamnya dimiliki Pertamina dan 1% milik PDP. Atau seperti PIS dibangun maka 1% sahamya milik lubricant," imbuh Arie.

Terkait RDMP, pihaknya juga menginginkan bahwa ini harus 100% milik Pertamina karena RDMP mendatangkan keuntungan besar bagi Negara. "Kalau misal memang Negara tak punya uang mengapa Bank Century yang tak jelas saja dibantu sama Negara. Lalu kenapa Pertamina yang lebih strategis justru tak dibantu padahal ini perusahaan milik rakyat dan Negara," tuturnya.

Contoh diatas baik, lanjutnya, dalam artian semua masih dikuasai oleh Pertamina semua sehingga bisa tetap utuh dan terintegrasi dari hulu sampai hilir. Jika keutuhan supply chain ini terjadi maka masyarakatlah yang dapat kemakmuran."Dan lebih baik lagi keutuhan ini jika didukung oleh Undang-Undang seperti UU No.8/1971," tandasnya. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category