CSR

ISO 26000 Pedoman Bagi Saka Ciptakan Nilai Strategis dan Keunggulan Kompetitif

img title

Jakarta, petroenergy.id - PT Saka Energi Indonesia (Saka), adalah anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN), ini merupakan korporasi yang banyak melakukan transaksi bisnis secara nasional maupun internasional.

Di dalam negeri, Saka dan PGN memiliki posisi strategis dalam kontribusinya terhadap perkembangan migas nasional. Keberadaannya, tak terlepas dari ekspektasi mitra bisnis dan pemangku kepentingan agar menjadi sebuah perusahaan berkelanjutan yang menjalankan praktek bisnis yang bertanggung jawab, baik secara ekonomi, sosial dan lingkungan.
 
Oleh sebab itu, Saka berkomitmen dalam menciptakan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) yang bernilai strategis dan memiliki keunggulan kompetitif bagi pertumbuhan bisnis perusahaan.

CSR sebagai sebuah gagasan, maka Saka tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang hanya berpijak pada single bottom line yaitu nilai perusahaan yang direfleksikan dalam kondisi keuangannya saja.Akan tetapi, Saka telah menjalankan kegiatan CSR-nya dengan berpijak pada triple bottom lines yang merefleksikan pada nilai sosial dan lingkungan dengan tujuan menjamin perusahaan tumbuh secara berkelanjutan.

Saka menyakini bahwa keberlanjutan perusahaan hanya akan terjamin apabila perusahaan melakukan praktek bisnis yang beretika berstandar internasional melalui penerapan ISO 26000. Daya saing korporasi, termasuk akses ke keuangan dan mengembangkan kemitraan dapat ditingkatkan, praktek manajemen risiko dan hubungan perusahaan dengan para pemangku kepentingan juga dapat ditingkatkan.

ISO 26000 merupakan standar pedoman yang bersifat sukarela tentang tanggung jawab sosial suatu institusi yang mencakup semua faktor badan publik maupun swasta, dimana prinsip-prinsip didalamnya telah diterapkan oleh PGN Saka dalam hal tata kelola organisasi, hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan, lingkungan, dan prosedur operasi yang wajar sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Yaitu, SOP yang berpegang pada etika bisnis dan pelibatan serta pengembangan masyarakat yang menyesuaikan kearifan lokal, partisipasi aktif pemangku kepentingan dan berkomitmen dengan isu pengembangan yang berkelanjutan (sustainable development).

Penerapan standar ini harus terintegrasi di dalam semua kegiatan usaha perusahaan dalam rangka penciptaan nilai bersama (creating share value).

Maka, upaya self adoption ISO 26000 akan dilakukan oleh Saka saat ini melalui sosialisasi dalam bentuk seminar dengan harapan dapat terjadinya peningkatan kesadaran pemangku kepentingan terhadap konsep dan nilai-nilai tanggung jawab sosial.(mk/*)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category