Oil & Gas

Investor Tertarik Kelola Blok-Blok Migas yang Tak Mampu Dikelola Pertamina

img title

Jakarta, petroenergy.id - Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik, mengatakan, segera mengkaji keekonomian blok-blok migas yang diserahkan Pemerintah kepada Pertamina.

"Mengenai blok-blok migas tersebut,  akhir bulan ini kami kirim jawaban. Dan, kemungkinan besar, blok-blok migas itu  diambil semuanya," kata Elia Massa Manik, Rabu (14/6).

Menurutnya, kajian keekonomian  penting untuk membuat syarat dan kentetuan yang ada dalam kontrak nanti. Apalagi pemerintah menginginkan ke depalan blok yang sudah ditugaskan kepada PT Pertamina menggunakan skema gross split.

Pemerintah  menugaskan Pertamina mengelola delapan blok migas yang akan habis masa kontraknya, pada Januari lalu. Kedelapan blok migas tersebut adalah Blok Sanga-Sanga, South East Sumatera, NSO, Tengah, East Kalimantan, Ogan Komering, Tuban, dan Attaka. Blok-blok tersebut merupakan blok yang akan habis kontrak pada tahun depan. 

Namun,  pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I.G.N. Wiratmaja Puja, mengatakan,  jika Pertamina tidak sanggup mengelola delapan blok tersebut menggunakan gross split,Pertamina bisa mengembalikannya ke pemerintah danPemerintah akan memberikan kepada pihak lain.

Menurut Wiratmaja,  beberapa investor dari Malaysia, Rusia, dan Tiongkok yang bersedia menggantikan Pertamina. “Begitu mendengar Pertamina tidak mau dan mau kembalikan, (perusahaan asing itu) sudah pada kontak, 'boleh tidak saya ikut',” kata Wiratmaja.

Selain delapan blok itu, pemerintah telah menyerahkan pengelolaan wilayah kerja lainnya kepada Pertamina, diantaranya Blok Mahakam dan Blok Offshore North West Java (ONWJ), ini yang menjadi blok pertama pakai skema kontrak Gross Split. mk 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category