Energy

Indonesia Perjuangkan Keterjangkauan Akses Energi Pada Pertemuan G20

img title
petroenergy.id, Jakarta – Siaran Pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Jakarta, Rabu (24/4) merilis pertemuan G20 Toyama, Jepang. Di mana, delegasi Indonesia suarakan akses energi.
 
Pada pertemuan itu Indonesia berpegang pada upaya untuk menyuarakan akses energi dengan mempertimbangkan aspek keterjangkauan (affordability) dan keadilan (equity).
 
Staf Ahli Menteri Bidang Perencanaan Strategis, Yudo Dwinanda Priaadi, selaku Permanent Delegation G20 dari Kementerian ESDM saat mengikuti pertemuan G20 lalu, mengatakan, Indonesia tetap berpegang pada akses energi. 
 
“Kita berpegang teguh dalam menyuarakan akses energi dengan mempertimbangkan aspek keterjangkauan,” kata Yudo Dwinanda Priaadi.
 
Pada pertemuan itu Indonesia juga gencar mempromosikan bioenergi dan biofuel agar menjadi bagian dari Energi Baru Terbarukan (EBT). 
 
"Setelah kami perjuangankan sejak G20 di Argentina 2018, pesan ini telah mendapat dukungan positif tanpa resistensi dari anggota G20 lain, seperti Brasil, Italia, dan Argentina," ujar Yudo Dwinanda Priaadi.
 
Ditambahkan pula bahwa Indonesia terus menyuarakan pemanfaatan EBT. Pada pertemuan ETWG sebelumnya, Februari lalu, misalnya, Indonesia memperkenalkan secara lisan (Non-Paper) program "Greening the Fuel". 
 
Hal itu dilakukan, kata  Yudo, sebagai upaya Pemerintah Indonesia mempromosikan green fuel sebagai salah satu jalan transisi energi, dengan asumsi dasar bahwa target energi terbarukan secara global tidak mampu dicapai tanpa kontribusi biofuel/green fuel. (MK)
ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category