Business

Hadapi Tantangan di Eropa dan Amerika, GAPKI Garap Pasar Biodiesel di Timur Tengah dan Afrika

img title


Jakarta, petroenergy.id -- Sekretaris Jenderal GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Togar Sitanggang, menyatakan, bahwa produk biodiesl dari industri sawit Indonesia masih memiliki hambatan ekspor dari Amerika. Hambatan karena adanya kampanye negatif dari dalam dan luar negeri terkait isu pembakaran hutan tropis, hak hasasi manusia seperti pekerja anak dan perampasan hak masyarakat adat.

Ditambah lagi ada Resolusi parlemen Uni Eropa yang berencana melakukan pelarangan biodiesel berbasis kelapa sawit di tahun 2021 mendatang. Resolusi Parlemen Eropa yang menyebutkan pelarangan biodiesel berbasis sawit karena dinilai masih menciptakan banyak masalah dari deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran HAM. Negara-negara Uni Eropa pun berencana menghentikan program biodiesel berbasis sawit mulai tahun 2021 mendatang.

"Selain itu ada juga India yang menaikan pajak impor untuk komoditas ini menjadi dua kali lipat. Dan ada Senat Australia yang kembali mengajukan RUU Competition and Consumer Amandment (Truth in Labeling - Palm Oil).,"katanya dalam konferensi pers di kantor GAPKI, Jakarta, Selasa (30/01).

Dijelaskannya, hambatan perdagangan yang dilakukan oleh berbagai negara sangat ironis dengan kinerja ekspor yang masih meningkat cukup signifikan. Ekspor sawit Indonesia sendiri sepanjang tahun 2017 mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan volume ekspor sebesar 31,05 juta ton. Capaian tersebut naik sekitar 23% dibandingkan besar ekspor pada tahun 2016 yang sebanyak 25,11 juta ton.

Demi mengatasi ini, ia menyatakan bahwa Gapki akan terus mencari pasar ekspor baru seperti ke Pakistan, Iran, negara-negara Timur Tengah dan juga Afrika. "Afrika adalah prospek yang bagus juga bagi kami. Bahkan kami berharap pengusaha Indonesia juga bisa sekalian investasi di Afrika," katanya.

Ia juga berharap Pemerintah bisa melihat permasalahan dan dihimbau untuk tidak mengeluarkan regulasi-regulasi yang justru menghambat perkembangan industri sawit yang notabene saat ini merupakan mesin penghasil devisa terbesar dalam menyokong perekonomian Indonesia. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category