Company

Diversifikasi Bisnis Selamatkan Kinerja Elnusa

img title

Jakarta, petroenergy.id --Budi Rahardjo, Direktur Keuangan Elnusa mengatakan meskipun kondisi industri migas sepanjang 2016 belum bergairah, Elnusa tetap berusaha menjalankan kegiatan operasional dengan efektif dan efisien, sehingga marjin laba dapat terjaga pada level yang cukup baik, terlihat dari marjin laba kotor, marjin laba usaha, marjin EBITDA dan marjin laba bersih yang masing-masing tercatat sebesar 17,0%, 11,6%, 20,0% dan 8,6%.

Selain itu, diversifikasi portofolio bisnis Elnusa di luar jasa hulu migas juga turut menjaga kinerja Perseroan secara konsolidasi. “Pendapatan Elnusa konsolidasi 2016 merupakan kontribusi dari jasa hulu migas (bisnis seismik, drilling & oilfield services) sebesar 50%, jasa logistik & distribusi energi sebesar 45%, dan sisanya merupakan kontribusi dari jasa penunjang lainnya”,

Budi menambahkan,”Inilah menariknya Elnusa, yang memiliki keunggulan diversifikasi bisnis jasa energi terintegrasi. Meskipun secara performa bisnis jasa hulu migas kami terkena imbas dan mengalami penurunan cukup signifikan, namun kami dapat menjaga stabilitas kinerja konsolidasi melalui bisnis jasa logistik & distribusi energi melalui anak usaha PT Elnusa Petrofin yang justru mencatat pertumbuhan sebesar 25%," kata Budi dalam keterangan pers yang diterima petroenergy (14/2).

Dari sisi neraca, postur balance sheet Elnusa saat ini terbilang cukup ideal, dengan pelunasan sebagian hutang untuk menciptakan beban bunga yang efisien dan penggunaan kas secara lebih optimal. Posisi hutang berbunga Elnusa pada akhir 2016 telah turun sebesar 26% menjadi Rp550 miliar, sehingga Elnusa memiliki ruang untuk pendanaan yang besar untuk mendukung pertumbuhan Perseroan pada masa mendatang. Apalagi sejak akhir 2016 lalu hingga hari ini, harga minyak dunia mulai menunjukkan
optimisme positif dengan diperdagangkan di atas US$50 per barelnya, sehingga diharapkan aktivitas migas pada 2017 ini menjadi lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Fundamental yang kuat dan kemampuan bertahan di tengah krisis ini pula yang tercermin dari harga saham ELSA yang membaik dan mengalami pemulihan dari 2015 lalu. Pergerakan saham ELSA pada 2016 mengalami peningkatan yang sangat signifikan hingga mencatatkan return sebesar 75% sejak awal tahun hingga ditutup pada level harga Rp420 pada Desember 2016, melampaui kinerja IHSG yang hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 16%.

Sepanjang 2016 harga minyak dunia masih mengalami fluktuasi yang cukup tajam, bahkan sempat menyentuh level terendah yaitu US$28 per barel pada awal Januari dan bergerak terbatas di bawah level US$50 pada hampir sepanjang tahun. Kondisi tersebut mempengaruhi aktivitas migas baik dari sisi eksplorasi maupun produksi serta pengembangan lapangan migas.

Elnusa sebagai salah satu pemain utama jasa migas nasional turut terkena dampaknya, sehingga pendapatan usaha konsolidasi mengalami penurunan sebesar 4,1% menjadi Rp3,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Akibatnya, perolehan laba juga mengalami penurunan, termasuk laba bersih yang turun sebesar 17,2% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp310 miliar. Selain karena imbas aspek operasional, penurunan laba bersih pada 2016 juga dipengaruhi oleh kerugian kurs yang cukup besar sekitar Rp18 miliar. 2016 Pendapatan Usaha Konsolidasi 3,620,570. (adi).

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category