Oil & Gas

Blok Mahakam Beban Terbesar Cost Recovery

img title

Jakarta, petroenergy.id – Amien Sunaryadhi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), mengatakan, Blok Mahakam dan Blok Jangkrik berpotensi menjadi beban terbesar bagi pembayaran cost recovery pemerintah kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) pada 2017. Jumlah yang harus dibayar US$ 900 juta.

Beberapa tahun terakhir menjelang berakhirnya kontrak PT Total EP Indonesie pada akhir 2017, pengeluaran Blok Mahakam terus meningkat. Peningkatan investasi bertujuan agar penurunan produksi alamiah (decline) bisa ditahan.

Amien mengatakan, pemerintah telah menyetujui depresiasi Blok Mahakam dipercepat. Dengan begitu seluruh biaya yang dikeluarkan beberapa tahun lalu akan dibayarkan kembali pada akhir tahun ini.

“Jadi, semua pengeluaran investasi Mahakam yang belum di cost recovery, akhir tahun ini seluruhnya akan dibebankan jadi cost recovery," kata Amien, Kamis (6/7/2017) di Jakarta seperti diberitakan Dunia.Energi.

Tahun ini pemerintah mengalokasikan dana cost recovery US$ 10,49 miliar dan hingga Juni telah mencapai US$ 4,87 miliar.

Untuk Blok Jangkrik, meski tidak sebesar Blok Mahakam, jumlahnya menjadi salah satu yang terbesar di antara pembiayaan blok-blok lain. Pembiayaan Blok Jangkrik dilakukan pada beberapa tahun sebelum blok tersebut onstream. Saat onstream tahun ini, pembiayaan proyek harus dibayarkan pemerintah.

“Karena Juni sudah onstream, apa yang dibelanjakan pada 2014-2017 itu boleh dibebankan jadi cost recovery dalam bentuk depresiasi. Pada 2014-2016, itu belum masuk cost recovery, baru pada 2017 ini masuk ke cost recaovery,” ujarnya. (san)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category