Other

Konsumsi Batubara Global Meningkat Tajam

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Wahyu Tribowo Laksono, Analis PT Central Capital Futures  memperkirakan memasuki kuartal I-2018 harga batubara akan mengalami koreksi dan berlanjut konsolidasi di kuartal II-2017. Apalagi menjelang libur Festival Musim Semi pada Januari dan Februari diperkirakan aktivitas industri diliburkan. Kemungkinan di kuartal I-2018 harga berada di US$ 70–US$ 110 per metrik ton.

Sementara Deddy Yusuf Siregar, Analis PT Asia Tradepoint Futures cenderung mengkhawatirkan kelebihan pasokan  di 2018. Pada November 2017, produksi batubara sudah naik ke level tertinggi sejak juni 2017, sekitar 9,3% menjadi 10 juta ton per hari.

“Kalau produksi digenjot dikhawatirkan akan terjadi kelebihan pasokan,” ujarnya. Dia berasumsi, jiika tidak terjadi kenaikan produksi gas alam kemungkinan batubara masih mampu berada di rentang US$ 90 – US$ 100 per metrik ton.

Harga komoditas batubara terus melambung tinggi. Menjelang pergantian tahun 2017, batubara mengukir level tertinggi baru sejak Juni 2013 pada US$ 103,3 per metrik ton. “Kekurangan gas baru-baru ini bullish untuk penggunaan batubara,” ujar Deng Shun, Analis GF Futures Co.

Sebuah lembaga energy information global memperkirakan konsumsi batubara global akan meningkat tajam di tahun 2018 dari 672 juta ton di tahun lalu menjadi 677 juta ton. "Kalau benar terjadi itu bisa menjadi sentimen positif yang mengangkat harga,” demikian analisa sejumlah analis.

Namun, Marcquarie Group Ltd menginformasikan stok batubara yang dimiliki  beberapa kelompok utama saat ini kekuatannya menurun dari 20 hari menjadi 16,8 hari. Tak heran produksi batubara China di November melonjak ke level tertinggi sejak juni 2017 sekitar 9,3% menjadi 10 juta ton per hari. - san

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category