Global

Kebijakan Trump Soal Biodiesel Harus Dipantau

img title

Jonggol, petroenergy.id -- Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PEPI), Bayu Krisnamurti menyatakan pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), maka Pemrintah Indonesia dan semua stake holder yang terkait dengan sawit dan biodiesel harus memantau semua kebijakannya. Pasalnya Trump kerap membuat kebijakan kontroversial dan protektif sehingga membuat negara-negara yang terlibat kerjasama bilateral dengan AS jadi khawatir.

"Kan minyak biodisel di Amerika itu juga disubsidi. Lalu ada isyu dia akan membuat kebijakan pencabutan subsidi biodiesel. Nah kalau terjadi dicabut, ini akan berdampak langsung terhadap kinerja ekspor minyak sawit kesana sebab secara otomatis akan turun drastis," katanya di Jonggol, Bogor, Jawa Barat dalam acara CSR BPDP Sawit (4/2).

"Tapi jika Trump menyatakan masih akan mempertahankan subsidi bagi biodiesel maka ekspor kita ke AS harus lebih ditingkatkan. Pokoknya kita harus pantau," tambahnya.

Dijelaskannya, saat ini ekspor minyak sawit Indonesia ke AS sekitar 800.000 sampai 1 juta ton pertahun secara CPO. Ekspor masih didominasi untuk campuran biodiesel mengingat pertumbuhan kendaraan di Amerika cukup signifikan sehingga kebutuhan biodiesel juga cukup besar.

"Kedepan pasar Amerika bisa tumbuh lebih besar lagi. Ini bisa kita targetkan. Tapi potensi kita sebenarnya masih besar selain ke AS. Ekspor terbesar kita justru ke China, India, Pakistan dan Belanda," paparnya. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category